Twitter Updates

Pages

Tampilkan postingan dengan label outingclass. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label outingclass. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Mei 2015

Analisis outing class "Ayam Kremes Kraton"

 Setelah menyampaikan hasil outing class  dibeberapa pertemuan sebelumnya, kali ini saya akan mencoba menggunakan analisis swot untuk menganalisis bisnis ini. Selain itu saya juga akan melihat segi bauran pemasaran dan merek dari AKK.
A. Analisis S.W.O.T
Analisis swot digunakan untuk melihat kekuatan, kelemahan, dukungan, dan tantangan yang didapatkan suatu bisnis. Dari penjelasan manager operasional AKK saya akan mencoba menggunakan analisis SWOT pada AKK.
1. Strenght (kekuatan)
     a. SDM
AKK sangat mengedepankan kualitas pelayanan di tiap unit yang mereka dirikan. Oleh karena itu SDM yang bekerja disana diberikan pelatihan khusus selama melakukan pekerjaan mereka. Rata-rata karyawan disana merupakan lulusan SMP atau SMA. Walaupun mereka tidak banyak mengetahui tentang pelayanan, Ibu rofi sebagai manajer operasional memberikan pelatihan dan instruksi kepada mereka agar dapat memberikan layanan terbaik dari konsumen. Sistem rekrutmen mereka lebih banyak mendapat karyawan dari tetangga atau keluarga satu desa. Itu membuat rasa kekeluargaan mereka dalam bekerja semakin tinggi dan juga menimbulkan efek kenyamanan sehingga membuat kinerja mereka bertambah.
     b. Pengolahan makanan
AKK masih menggunakansistem pemusatan untuk mengolah produk mereka. Produk diolah disatu tempat yang dijadikan dapur pusat kemudian didistribusikan keseluruh cabang yang ada di Jakarta. Makanan didistribusikan dalam bentuk setengah matang kesetiap cabang sehingga makanan tinggal digoreng saja saat ingin disajikan ditiap cabang tersebut. Adanya dapur pusat untuk mengolah makanan ini bertujuan agar seluruh produk AKK memiliki kualitas dan rasa yang sama di semua cabang mereka. Karena menurut ibu rofi ada beberapa tempat makan yang memiliki rasa berbeda dimasing-masing cabang mereka yang dapat disebabkan oleh chef yang memasak juga berbeda.  Untuk mengolah masakan sendiri AKK menggunakan bahan dan bumbu rahasia keluarga yang tidak dapat diberitahukan pada sembarangan orang. Inovasi olahan terbaru mereka adalah ayam tulang lepas, ini dimasak tidak dengan menggunakan alat presto namun menggunakan cara yang sama tetapi dengan waktu sedikit lama agar bumbu dari ayam tersebut lebih meresap.
2. Weakness
     a. Tata Letak
Sesuai pengamatan saya saat melakukan outing class di AKK terdapat kekurangan dari tata letak ruangan dimana bangku dan meja untuk pengunjung letaknya sangat rapat dan juga berdekatan. Saya bisa membayangkan jika pada jam makan siang dengan banyaknya pengunjung yang datang pasti akan sulit untuk mendapatkan posisi untuk masuk atau keluar dari meja. Selain itu juga yang menjadi kelemahan dari tata letak sendiri adalah letak kamar mandi sangat dekat dengan dapur.
      b. Fasilitas
Tidak adanya pendingin ruangan atau AC disana mungkin akan membuat para pengunjung kurang nyaman saat menyantap hidangan mereka. Walaupun ibu rovi mengatakan bahwa itu merupakan strategi agar pengunjung datang kesana benar-benar hanya untuk makan sehingga tidak terjadi penumpukan pengunjung saat jam ramai, menurut saya  hal tersebut kurang tepat. Bagaimanapun seorang pengunjung rumah makan pasti berharap adanya kenyamanan saat mereka menyantap hidangan, jika mereka meakan dengan keadaan ruangan yang panas pasti mengurangi kenyamanan mereka dan juga kurang dapat menikmatinya. Hal tersebut juga dapat menimbulkan kesan yang kurang baik pada AKK terutama untuk pengunjung yang pertama kali datang kesana. Selain itu juga tidak terdapatnya mushola, padahal kebanyakan orang yang berkunjung kesana saat jam makan siang yang bertepatan dengan waktu sholat dzuhur.
      c. Pemasaran
Pemasaran juga mungkin menjadi kelemahan dari AKK, menurut penjelasan dari Ibu Rofi selaku manajer operasional disana yang mengatakan bahwa pemasaran hanya dilakukan dari mulut ke mulut pelanggan yang  pernah makan disana. Hal itu saya kira kurang tepat, karena tanggapan dari setiap pengunjung yang datang kesana akan berbeda bisa baik dan bisa juga buruk. Tidak adanya spanduk, banner, brosur yang mereka sebarkan membuat masyarakat kurang mengetahui keberadaan AKK. Nama AKK awalnya pun sangat asing ditelinga saya, saya tidak pernah mendengar atau melihat suatu hal yang menunjukan keberadaannya walaupun mereka terletak tidak jauh dari tempat saya beraktifitas. Media online juga tidak digunakan untuk ajang promosi produk mereka, dimasa sekarang dimana mayoritas orang mulai tidak dapat  melepaskan dirinya dari internet namun AKK tidak melihat peluang promosi ini. Padahal, untuk promosi melalui media online ini tidak membutuhkan biaya yang besar.
3. Oppurtunity
     a. Lokasi
Untuk kekuatan AKK cabang rawamangun ini saya melihat dari segi lokasi mereka yang terletak tepat ditepi jalan yang dilalui oleh banyak kendaraan setiap harinya. Jalan Utan Kayu ramai dilewati oleh pengendara yang menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Yang saya ketahui ada dua angkutan umum yang melaluinya yaitu metromini 46 dan 49. Lokasinya yang berada dideretan perkantoran dapat memudahkan karyawan yang ingin membeli santap siang mereka. Disekitar jalan utan kayu tersebut juga terdapat pemukiman penduduk dan juga rumah kost mahasiswa, jadi nampaknya pemilihan lokasi AKK ini cukup tepat
     b. Taget Pasar
 Target pasar yang mereka tuju yaitu untuk kalangan menengah bawah saya rasa akan dapat tercapai dengan baik. Adanya beberapa Universitas yang terletak disekitarnya yaitu Universtias Negeri Jakarta dan Universitas Islam Jakarta membuat mayoritas mahasiswa yang belum memiliki banyak uang dapat memilih AKK untuk makan mereka. Jika diatas saya sudah membahas tentang lokasinya itu menyambung pada target pasar yang dibidik oleh AKK ini, mereka membuka unit di daerah yang terdapat banyak karyawan dan juga mahasiswa yang menjadi sasaran dari produk mereka.
4. Threat
      a. Produk
Saya melihat bahwa tantangan yang mungkin akan AKK dapatkan adalah dari produk andalan mereka yaitu ayam kremes. Mengapa demikian? Makanan olahan dari ayam sangat banyak berkembang di Jakarta. Jika AKK tidak terus melakukan inovasi dari produk mereka, bukan tidak mungkin bahwa mereka akan kalah saing dengan produk lainnya. Ibu rofi menjelaskan bahwa yang menjadi andalan mereka adalah kremes yang diklaim paling lezat diantara kremes dirumah makan lainnya. Namun jika hanya bergantung pada kremes tersebut menurut saya lama kelamaan konsumen akan bosan.
     b. Promosi
Promosi juga menjadi tantangan untuk AKK agar dapat menarik lebih banyak pelanggan. Jika saat ini AKK hanya mengandalkan strategi pemasaran dari mulut kemulut, saya rasa mereka harus membuat strategi baru agar dapat memperluas pemasaran produk mereka entah melalui media cetak ataupun media online.

B. Positioning
Ayam Kremes Kraton berusaha untuk  menjadi produk ayam yang memiliki cirikhas Indonesia. Mereka bercita-cita mewakili Indonesia untuk produk olahan ayam sama halnya dengan KFC dan juga Mcd. Hal tersebut muncul akibat keprihatinan Ibu rofi selaku manager operasional dengan selera pasar mayoritas masyarakat Indonesia yang lebih memilih masakan yang bercita rasa luar negeri daripada masakan dalam negeri. Dengan demikian AKK menawarkan cirikhasnya tersendiri yang mencoba untuk menarik perhatian masyarakat Indonesia untuk mencoba produk ini. Kremes yang mereka buat menjadi andalan mereka untuk menawarkan produknya, selain itu untuk memenuhi selera makan masyarakat ibukota yang berasal dari berbagai wilayah AKK menyediakan 4 varian sambal berbeda yang dapat dipilih oleh konsumen sesuai dengan selera mereka. Harga yang mereka tawarkan untukmendapatkan produk mereka juga dapat dijangkau oleh mayoritas target pasar mereka yaitu Mahasiswa dan karyawan perkantoran yang terdapat disekitar cabang mereka. Salah satu hal yang menurut saya kurang tepat dengan cita-cita mereka untuk menjadi produk olahan ayam yang menjadi cirikhas Indonesia adalah strategi pemasaran mereka. Untuk mendapatkan posisi sebagai makanan yang akan menjadi “KFCnya Indonesia” sebagaimana dikatakan Ibu rofi, strategi promosi dari mulut ke mulut saya rasa kurang dapat menarik minat konsumen karena sifatnya terbatas. Untuk masyarakat yang belum tahu AKK juga akn kesulitan untuk mengetahui apa itu AKK jika tidak adanya promosi melalui media sosial dan media cetak yang disebarkan oleh pihak AKK. Selanjutnya berdasarkan yang ibu rofi katakan bahwa AKK terus melakukan inovasi pada produknya, ini berindikasi bahwa AKK ingin membangun positioning produk mereka yaitu rumah makan yang menghadirkan banyak makanan yang memilki cita rasa Indonesia. Namun, pada pelaksanaannya banyaknya varian produk tersebut membuat karyawan kewalahan seperti saya melakukan outing class yaitu tidak adanya menu sayur yang terdapat disalah satu paket. Selain itu juga menurut saya tidak semua variasi produk memiliki peminat yang sama banyak, seperti tidak tersedianya menu ayam kalasan karena konsumen lebih memilih menu ayam penyet mereka.
C. Brands
Sebagai salah satu produk yang ingin memiliki cita rasa khas Indonesia, pemilihan nama “Ayam Kremes Kraton” saya rasa cukup untuk menggambarkan produk mereka. Ayam kremes yang merupakan masakan khas dari daerah jawa terpampang pada merek mereka ditambah dengan kraton yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang terdapat dipulau Jawa. Logo AKK sendiri adalah seekor ayam yang menggunakan dasi bermotif batik. Lagi-lagi ada kesan Indonesia yang coba dimunculkan pada produk mereka dengan memberikan motif batik pada logo mereka. Latar belakang logo mereka yang bewarna kuning cerah akan membuat konsumen dengan mudah mengingat logo mereka. Dari logo yang berwarna kuning tersebut selanjutnya menjadi penyesuaian untuk tema warna di unit mereka yang memiliki mayoritas warna kuning. Selain warna kuning bertujuan untuk membuat konsumen denga mudah mengingat AKK, menurut psikologi warna, warna kuning dapat membangkitkan selera makan seseorang.

Minggu, 10 Mei 2015

Outing Class Manajemen Pemasaran Jasa, Ayam Kremes Kraton cab. Rawamangun

Selasa, 5 Mei 2015. Kami mahasiswa Manajemen Pendidikan  kelas B angkatan 2013 melakukan kegiatan outingclass Manajemen Pemasaran Jasa sebagai salah satu tugas yang diberikan untuk memenuhi nilai. Outingclass diadakan di rumah makan Ayam Kremes Kraton cabang Rawamangun yang terletak di Jalan Utan Kayu. Kegiatan outingclass dilaksanakan pukul 13.00. Outingclass  ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengimplementasian manajemen pemasaran yang telah kami pelajari dikelas.


Outingclass diawali dengan makan produk dari AKK bersama-sama. Setelah semuanya selesai makan, ibu Rofi selaku manager operasional menjelaskan tentang awal berdirinya AKK ini. AKK sudah berdiri selama 12 tahun, didirikan oleh Ibu R.R. Welas Sriningsih. Sebelum mendirikan AKK sebelumnya sudah ada restoran yang menyediakan makanan solo. Namun, menu yang paling digemari pada restoran tersebut adalah ayam kremes. Melihat minat konsumen yang tinggi atas ayam kremes, munculnya ide untuk mendirikan ayam kremes kraton. Dengan 12 tahun perjalanannya AKK sudah melebarkan sayapnya sehingga dapat membuka 7 cabang di Jakarta. Ibu Rovi sendiri dipercaya untuk mengelola 5 outlet yang ada.

Pemilihan nama Ayam Kremes Kraton sendiri berasal dari menu kremes yang menjadi andalan di restoran ini dan juga pendirinya yang berasal dari solo dan kental dengan suasana kratonnya. Suasana di setiap outlet AKK juga didesain sehingga sedapat mungkin memiliki kesan suasana kraton. Para karayawan pun mengenakan seragam bermotif batik untuk memunculkan kesan kraton dalam restoran. Pada logo AKK juga terlihat maskotnya mengenakan dasi yang bermotif batik.
Ibu rovi sebagai manajer operasional di AKK berperan besar dalam memajukan bisnis ini. Unutk memajukan bisnis ini beliau sangat mengedepankan kualitas SDM yang baik. Awalnya ia mencari pegawai dari kampung halamannya yang merupakan lulusan SMP atau SMA. Itu dilakukan karena saat awal pendiriannya AKK belum berani mengeluarkan cost yang besar untuk upah pegawainya. Seiring perjalanan waktu, ibu Rofi melakukan pendidikan dan pelatihan bagi pegawainya tadi untuk meningkatkan kualitas kerja yang mereka miliki. Ia mengatakan bahwa bisnis AKK ini menjadikan pelayanan sebagai unggulan lainnya disamping kremes mereka. Untuk keunggulan produk yang dimiliki dibandingkan menu ayam goreng lainnya yang ada di Jakarta, Kremes AKK menjadi andalan sekaligus identitas mereka untuk bersaing dalam dunia kuliner di Jakarta.
Jujur sebelum adanya outingclass ini, nama Ayam Kremes Kraton sangat asing ditelinga saya. Saya juga tidak pernah melihat iklan, brosur, spanduk atau media apapun sebagai alat promosi AKK. Dan benar saja, ibu Rovi mengatakan bahwa strategi pemasaran dari AKK adalah dari mulut kemulut. Oleh karena itu kepuasan pelanggan menjadi prioritas yang utama selain rasa dari produk yang disediakan disana. Menurut beliau strategi pemasaran seperti ini lebih efektif karena secara langsung membuktikan kualitas dari AKK dan juga dapat menekan biaya promosi melalui iklas brosur dan sebagainya yang tidak murah.

Ayam kremes kraton juga menyediakan layanan delivery untuk lebih memanjakan para konsumen yang ingin menikmati produk mereka. Sistem delivery ini dilakukan bukan dengan langsung menelpon ke salah satu outlet, akan tetapi melalui call center yang ada. Kedepannya AKK akan membuat outlet khusus untuk melayani pesan antar seperti yang telah disediakan brand-brand besar yang ada. Itu semua dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih daat memenuhi keinginan pelanggan.
Sistem pelayanan dioutlet mereka pun telah diubah, yang awalnya pelanggan meminta daftar menu dan menulis pesanan yang diinginkan, sekarang pelanggan yang datang langsung ketempat kasir dan menentukan makanan yang mereka pesan. Ini diterapkan untuk mengikuti sistem pelayan yang diterapkan di KFC atau Mcd. Menurut Bu Rovi sistem pelayanan seperti ini dapat menekan jumlah karyawan yang bekerja di masing. Masing outlet.
Ada satu hal yang menarik perhatian saya saat melakukan outingclass di AKK cabang rawamangun ini. Tidak tersedianya pendingin ruangan, televisi dan fasilitas Free Wi-fi. Itu menjadi pertanyaan teman saya, ibu rofi pun menjawab dengan jawaban yang menurut saya masuk akal. Yang pertama televisi tidak ada disana karena dikhawatirkan pegawai yang melayani pelanggan terganggu fokusnya dengan menonton tv disela-sela pekerjaannya. Yang kedua, tidak adanya pendingin ruangan merupakan strategi agar pengunjung tidak menetap terlalu lama setelah menikmati hidangan yang disediakan. Yang terakhir, menyambung dari jawaban yang kedua fasilitas wifi tidak disediakan karena AKK ini diharapkan untuk menjadi tempat makan bukan untuk tempat kongkow dan sebagainya.
Produk yang disediakan di AKK semuanya berbentuk paket, agar harga yang ditawarkan semakin murah. Untuk andalannya adalah ayam kremes, namun disana juga tersedia olahan lainnya seperti Ikan dan Bebek. Minuman yang tersedia pun hanya air mineral, mengapa demikian??? Itu dilakukan karena karyawan seringkali keteteran saat mendapat banyak pesanan minuman di Jam-jam sibuk sehingga kualitas dari produk utama yaitu ayam kremes bisa saja menurun.
Untuk memenuhi pesanan yang banyak AKK belum memiliki peternakan ayam sendiri, mereka masih bekerja sama dengan lima suplier yang siap memasok pesanan ayam. Inovasi yang dilakukan pada menunya adalah saat ini mereka mengolah ayam hingga tulangnya lunak. Itu dilakukan dengan cara biasa namun dengan waktu lebih lama agar bumbunya pun meresap. Selain ayam tulang lunak, innovasi lainnya adalah AKK menyediakan berbagai jenis sambal yang siap dinikmati oleh pelanggan.
Target pasar AKK adalah kalangan menengah kebawah, itu merupakan keuntungan yang mereka dapatkan. Disaat banyak pesaing dengan menu yang sama tetapi dengan harga mahal, AKK hadir dengan menawarkan harga yang lebih terjangkau. Banyak perkantoran yang menjadi pelanggan tetap untuk konsumsi jika mengadakan suatu acara. Bahkan AKK sudah memenangkan tender RS. Gatot Subroto, bersama dengan Ayam Bakar Mas Mono dan Mcd AKK akan menyuplai pesanan selama bulan Ramadhan sekitar 10.000 bungkus.

Ibu Rofi berobsesi menjadikan AKK ini sebagai landmark rumah makan dengan menu ayam goreng khas Indonesia. Sehingga masyarakat Indonesia lebih dapat menikmati ayam goreng khas Indonesia dibandingkan dengan olahan Ayam goreng yang berasal dari luar negeri.