A.
Pengertian Produk.
Produk adalah seperangkat atribut
baik berwujud maupun yang tidak berwujud, termasuk didalamnya masalah warna,
harga, nama baik pabrik, nama baik toko yang menjual (pengecer), dan pelayanan
pabrik serta pelayanan pengecer, yang diterima oleh pembeli guna untuk
memuaskan keinginanya. William J. Station membagi pengertian produk ini menjadi dua
yaitu, Dalam arti sempit sebuah produk adalah sekelompok atribut
fisik nyata yang terakit dalam sebuah bentuk yang dapat didefinisikan. Dalam arti
luas sebuah produk adalah sekelompok atribut nyata dan tidak nyata didalamnya
termasuk kemasan, warna, harga, mutu dan merek ditambah dengan pelayanan dan reputasi
penjual. Menurut Indriyo Gitosudarmo,
produk adalah segala sesuatu yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan manusia
ataupun organisasi. Pengertian Produk Menurut Irawan, produk adalah sesuatu yang ditawarkan dan dapat memuaskan
keinginan dan kebutuhan konsumen. Jadi, dapat disimpulkan bahwa produk adalah
sesuatu benda yang dapat menjadi alat bagi pemenuhan kebutuhan manusia.
Dari pengertian diatas, produk dapat
dibagi menjadi tiga tingkatan produk yaitu:
1) Produk inti
Produk inti merupakan tingkatan pertama paling
mendasar dan menjawab kebutuhan masyarakat. Produk inti hanya sekedar memenuhi permintaan pelanggan
saja.
2) Produk konsumen
Produk
Konsumen ialah produk yang langsung digunakan oleh konsumen untuk memenuhi
kebutuhannya.
3) Produk industri
Produk
industri adalah produk yang digunakan untuk memproduksi barang lain atau
dijadikan sebagai alat usaha.
B. Klasifikasi Produk
Produk diklasifikasi menjadi dua
jenis produk, yaitu:
1) Produk konsumen
Produk
Konsumen ialah produk yang langsung digunakan oleh konsumen untuk memenuhi
kebutuhannya.
2) Produk industri
Produk
industri adalah produk yang digunakan untuk memproduksi barang lain atau
dijadikan sebagai alat usaha
C. Tiga Sifat dalam Pembentukan Produk
1)
produk inovatif
produk
ini adalah produk yang benar-benar baru diciptakan/dibuat jadi produk ini belum
pernah dipasarkan sebelumnya
2)
produk imitasi
produk
ini adalah produk baru bagi perusahaannya akan tetapi produk tersebut sudah ada
sebelumnya dipasarkan
3)
produk pengganti
produk
ini adalah produk yang berasal dari produk yang sudah dipasarkan sebelumnya
tetapi diperbarui
D. Tahapan Menciptakan dan Mengembangkan Suatu Produk
1) Penciptaan Ide : tahap ini bertujuan
pada produk yang akan kita pasarkan menggunakan produk yang sudah ada atau
membuat produk baru yang belum ada dipasaran.
2) Penyaringan Ide : tahap ini adalah
penyeleksian ide-ide yang sesuai dengan tujuan perusahaan, strategi, dan sumber
daya yang tersedia.
3) Pengembangan dan Pengujian Konsep :
tahap ini adalah bagaimana perusahaan mengkonsep suatu produk yang baik dan
berkualitas sehingga dapat menarik konsumen
untuk membelinya.
4) Pengembang Strategi Pemasaran : tahap
ini bagaimana cara perusahaan membuat strategi
yang efektif dalam memperkenalkan produknya kepada konsumen.
5) Analisis usaha : tahap ini bagaimana
melihat apakah produk yang dipasarkan dapat memperoleh keuntungan bagi
perusahaan.
6) Pengembangan produk : tahap ini
adalah pembuatan suatu produk yang telah dikonsep dan dianalisis sebelumnya.
7) Market testing : tahap ini adalah
tahap mempelajari apakah produk tersebut sudah memenuhi target apa belum, dan
juga tahap ini cara melihat pendapat konsumen tentang produk yang dipasarkan.
8) Komersialisasi : tahap ini adalah
tahap yang terakhir, jadi tahap ini tahap marketing mix dan untuk menilai
apakah penjualan produk sudah memenuhi target atau belum.
E. Tahap Daur Hidup Produk Menurut
Karakteristik Waktu
1) Waktu Pengenalan Produk (Introduction)
Produsen
memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas dengan bermacam cara, seperti
promosi, iklan, pameran, personal selling, spanduk sponsor, televisi, radio,
media massa atau bauran promosi.
2) Waktu pertumbuhan produk (Growth)
Meningkatnya
volume penjualan dengan cepat karena produk sudah menempatkan pada segmen pasar
yang sesua.
3) Waktu kematang/kejenuhan Produk (Maturity)
Titik
puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan
yang sangat tinggi. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik
oleh konsumen, sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam
meningkatkan atau menambah volume penjualan
4)
Waktu penurunan produk (decline)
Periode
saat penjualan menunjukkan arah yang menurun dan laba menipis. Akibat buruk
perilaku konsumen tersebut menurunkan volume penjualan perusahaan sehingga
perusahaan harus cepat-cepat mengambil kebijaksanaan agar perusahaan tidak
bangkrut
F.
Bukti Fisik Jasa
Bukti fisik
berperan penting bagi penyedia jasa dalam membantu sosialiasi, berperan
memfasilitasi unjuk kerja atau tindakan-tindakan individual maupun
interdependen dari orang-orang yang berada di lingkungan servicescape, yaitu konsumen
dan karyawan, sebagai paket dari jasa yang ditawarkan dalam suatu cara yang
berbeda dengan cara menawarkan barang, dapat membedakan perusahaan jasa dari
pesaing serta menjadi tanda dari segmen pasar mana yang dituju.
0 komentar:
Posting Komentar